10 Kota Unik yang Mengambang di Laut

By andrewchristianjr - Tuesday, September 14, 2010

Membayangkan tinggal di sebuah kota yang mengapung di laut, rasanya menyenangkan. Di mana penduduk hanya berleha-leha menikmati laut dan cakrawala, duduk bermalas-malasan dengan segelas cocktail di tangan. Bagi sebagian orang itu merupakan sebuah kemewahan.

Berikut ini ada 12 kota mengapung, beberapa di antaranya merupakan kota buatan. Ada juga lokasi pengeboran minyak yg dibangun di lepas pantai namun lengkap dengan berbagai keperluan seperti kondominium, café, restoran, sehingga mereka tak perlu lagi ke daratan untuk memenuhi kebutuhannya.


1.Boat City of Aberdeen Harbor, Hong Kong

Abad-abad yang lalu, kota kapal Aberdeen Harbor adalah tempat persembunyian para bajak laut. Karena sehari-hari hidup di laut, maka para bajak laut ini pun membuat ‘kota' di laut yang terdiri dari kapal-kapal. Segala macam keperluan mereka ada di kapal-kapal ini. Selama ratusan tahun kondisi ini terus terpelihara dan makin berkembang hingga sekarang ini. Meski kini bukan lagi bajak laut yang menghuni kapal-kapal yang ada di Aberdeen Harbor, meski kehidupan jaman kini sudah ultra modern dengan gedung-gedung pencakar lagit muncul di mana-mana, namun kondisi ‘kota mengapung ‘peninggalan bajak laut' ratusan silam lalu, tetap terpelihara. Kini mereka yang tinggal di ‘kota mengapung' itu adalah orang-orang yg ingin melarikan diri dari rutinitas kehidupan modern.
Kalau anda suatu waktu ada kesempatan berkunjung ke Hong Kong, datanglah ke sini, anda akan takjub. Di sana ada tiga rumah makan mengapung yang sangat besar yang kerap mendapat kunjungan wisatawan.

2. Deserted Floating City of Oily Rocks

Mungkin kota ini bisa dibilang paling aneh di dunia. Berada di lepas pantai Azerbaijan. Sungguh sayang, kota mengapung yang besar ini kini ditinggalkan dan ditelantarkan. Awalnya keberadaan kota apung ‘Oily Rocks' ini untuk mendukung industry minyak yang ada di sekitar situ. Dulunya, kota itu terbilang lengkap, semua ada, perumahan, sekolah, perpustakaan, took-toko, dll, semua kebutuhan keluarga karyawan minyak itu, ada di kota apung. Mereka tak perlu ke darat untuk mendapatkan semua kebutuhan. Namun kini semua tidak berfungsi lagi, seiring perginya para penghuni kota. Karena tak terawat, banyak bagian dari kota apung ini hilang tergerus ombak.

3.No Man's Land Fort


Berada di lepas pantai Britania. Kota apung ini bentuknya aneh, dikitari tembok granit hitam dan baja. Dipandang dari luar, kota apung ini sungguh kokoh seperti sebuah benteng pertahanan di tengah laut. Kota apung ini memang awalnya adalah benteng laut zaman Ratu Victoria, semula dibangun untuk menangkis serangan angkatan laut Perancis.
Benteng ini tidak seperti benteng pada umumnya, karena di dalamnya dibangun kelengkapan sebuah kota. Di sana ada hotel mewah 21 kamar, ada dua landasan helikopter dan kolam renang indoor. Kota apung ini konon akan dijual. Tahun 2007 sempat ada pembeli, namun batal. Sampai sekarang ‘kota apung ‘ ini belum terjual, anda berminat?

4.Sealand, Bizarre Island Micronation


Banyak orang salah sebut, orang menyebut Sealand adalah Negara terkecil di dunia yang berada di lepas pantai Inggris. Padahal tidak demikian, Sealand Pemiliknya adalah seorang Inggris, Roy Bates, yang mengusainya sejak tahun 60-an. Ia memproklamirkan Sealand dengan sebutan ‘Principality of Sealand'.
Tahun 1978, seorang warga Sealand mengambil paksa tempat ini, namun Bates berhasil mengambil kembali ‘kerajaannya' dengan angkatan bersenjatan yang dibangunnya sendiri. Sempat ingin memproklamirkan diri sebagai Negara merdeka, namun keinginan itu tidak mendapat restu Negara-negara manapun di dunia. Kini posisinya mengambang, Sealand menolak mengaku berada di bawah Inggris, tapi PBB pun tak mengakui keberadaan Sealand sebagai Negara

5.Thilafushi Garbage Island

Dari kejauahan pulau di tengah laut ini digambarkan sebagai Firdaus, karena terlihat indah. Lokasinya berada beberapa mil dari Male di Laut Teduh. Pulau ini sebetulnya adalah tempat pembuangan sampah berbahaya. Awalnya, Thilafushi diciptakan sebagai solusi mengatasi masalah gunung sampah di Maladiv (Maldives). Lalu tempat ini pun dijadikan tempat pembuangan segala macam sampah berbahaya yang dihasilkan Maldives. Kini pulau itu berisi ribuan ton tanah gersang padat yang mengandung bahan-bahan kimia mematikan, seperti bahan kimia air raksa, timbale, cadmium,dan asbes.

6.Dubai's Many Manmade Islands

Bicara tentang Dubai, seperti tak perlu lagi banyak diulas, karena anda pasti sudah tahu banyak tentang kota megah ini dengan bangunan-bangunan supermewah. Dubai adalah satu dari tujuh emirat dan kota terpadat di Uni Emirat Arab (UEA). Terletak di sepanjang pantai selatan Teluk Persia di Jazirah Arab. Kotamadya Dubai terkadang disebut Kota Dubai untuk membedakannya dari emirat.
Dubai telah menarik perhatian dunia melalui proyek real estat yang inovatif. Sejak 2002, kota ini mengalami peningkatan investasi real estat pribadi dalam membentuk kembali langit-langit Dubai dengan proyek seperti The Palm Islands, The World Islands dan Burj Dubai. Ratusan pulau buatan dibangun untuk kepentingan orang-orang berduit dari seluruh dunia. Ada 300 pulau artificial di sini yang harganya 20-30 juta dolar AS. Sejumlah tokoh dunia telah membeli pulau di sini, termasuk Rod Steward, David Beckham dan Tommy Lee, actor terkenal Hollywood.

7. ‘The World' Floating Luxury Community

Jika dunia tidak bisa seperti yang kamu harapkan, kamu bisa kabur ke dunia kecilmu sendiri di tengah lautan. Jika kamu adalah orang berduit, itu mungkin tidak masalah. Ada ‘dunia baru' yang menawarkan kehidupan berbeda, penuh kemewahan di tengah laut. Inilah yang berusaha diwujudkan oleh Resindensea, sebuah perusahaan yang menawarkan tempat tinggal di tengah laut. Perusahaan ini menawarkan apartemen ekslusif, semuanya berada di kapal mewah yang berpindah-pindah sesuai keinginan anda. Hanya berbeda dengan kapal pesiar biasa, yang tempat kediaman anda hanya sebatas kamar tidur dan kamar tamu, tapi pemukiman yang ditawarkan Residensea benar-benar sepertu rumah utuh dengan segala perlengkapannya. Jika anda ingin menyewa apartemen ekslusif ini, cukup merogoh 2000-5000 semalam. Kalau ingin memiliki kondominium harganya $ 2,5-$7,5 juta. Di sana berbagai fasilitas disediakan, kolam renang, lapangan tenis, perpustakaan, sumber air mineral kesehatan, pusat kemampuan bahkan lapangan golf di padang hijau.

8.Floating Island Built on Recycled Water Bottles

Jika anda ingin hidup di tengah laut, bebas dari rutinitas manusia daratan, namun tidak mempunyai uang, tidak ada salahnya meniru jejak Richard Sowa, yang membangun pulaunya dari ribuan botol plastic bekas. Sekitar 250.000 botol bekas digunakan Richard untuk dasar dari pulau mengapung miliknya. Pulau ini pertamakali dibuat Richard di Mexico. Namun tahun 2005, pulau ini hancur disapu angin ribut. Tidak putus asa, Richard kembali membangun pulau spiralnya dan bertahan hingga sekarang. Di pulau itu dia membangun rumah dua tingkat, lengkap dengan segala keperluannya, Untuk penerangan dia memanfaatkan tenaga surya.

9.Kawasaki Artificial Island

Teluk Tokyo adalah rumah bagi sejumlah pulau buatan, di antaranya adalah Pulau Kawasaki yang mentereng dengan bangunan serupa menara.

10. Floating Island of Immortals


Dari foto ini nyaris tidak jelas bagunan apakah ini. Serupa gunung baja dengan nyala api di tengah lautan. Bentuknya sangat aneh dan menyolok mata. Sebetulnya, ‘Floating Island of Immortals' adalah hasil karya pahat seniman Cina, Zhan Wan, bagian dari integral Beaufort Art Trail, penyebaran koleksi seni Internasional, yang digelar sepanjang lebih darii 67 kilometer pantai Belgia. Di pulau itu dipahat patung seorang nelayan dan peri, ponsel dan komputer melambangkan ikon masa lalu, sekarang dan masa depan

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar