10 Negara Paling Dibenci Orang Kaya

By andrewchristianjr - Sunday, March 09, 2014

Kurangnya kesejahteraan negara tersebut menyebabkan perbedaan jarak antara si kaya dan si miskin yang cukup jelas. Kondisi ini membuat presentase pembunuhan, kriminal, kesakitan dan efek samping lain yang tidak diinginkan.

Kondisi ini juga membuat orang kaya berada di unsur minoritas, yang bisa membuat mereka di bawah ancaman kekerasan karena adanya kecemburuan sosial. Itu membuat orang-orang kaya tidak betah untuk tinggal.

Dikutip dari berjambang.blogspot.com  ada 10 negara yang dibenci orang-orang kaya. Mereka tidak betah untuk tinggal.Negara mana sajakah? berikut daftarnya.



1.Somalia
 

GDP (Gross Domestic Product) per kapita Somalia mencapai 145,06 dollar AS (Rp 1,740 juta). Bandingkan dengan Indonesia yang mencapai 4.000 dollar AS (Rp 48 juta) per kapita tahun ini. Somalia jelas kekurangan struktur pemerintahan dan hukum saat ini, menyebabkan negara ini sebagai salah satu negara paling berbahaya di dunia bagi orang kaya.

Negara ini penuh dengan kriminal, dan peperangan, di mana orang yang sering mengumbar kekerasan adalah orang yang punya kekuatan paling besar di negara ini. Penduduk Somalia juga dikenal sebagai pembajak kapal-kapal di perairan luas. Somalia bukanlah tempat bagi orang-orang kaya.


2. Republik Demokrasi Kongo
 
GDP per kapita Kongo mencapai 394,25 dollar AS (Rp 4,731 juta). Negara ini termasuk yang terburuk soal kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi. Kemiskinan di negara ini sudah timbul sejak tahun 1980.


Sekarang, lebih dari setengah populasi hidup di bawah garis kemiskinan. Satu dari tiga anak yang hidup di pedesaan menderita gizi buruk, juga HIV dan AIDS.

Ini hanyalah salah satu aspek kenapa orang di Kongo hidup miskin. Dengan hasil dan pendapatan agrikultur yang rendah, mahalnya transportasi publik, dan sistem komunikasi yang lemah, mayoritas penduduk menjadi miskin dan seolah terbiasa dengan keadaan itu. Namun, hal itu tak berarti untuk orang yang kaya. Mereka tak sabar untuk segera pindah.


3. Zimbabwe
 
GDP per kapita negara ini mencapai 589,46 dollar AS (Rp 7,003 juta) . Jika tidak ada Republik Demokrasi Kongo, peringkat GDP dari negara ini adalah kedua terendah di dunia. Hal itu menimbulkan banyak masalah. Negara ini mendapat kepemimpinan yang buruk di bawah diktator Robert Mugabe sehingga membuat perekonomiannya terjungkal lebih jauh dari sebelumnya.


Negara ini hidup di bawah garis kemiskinan, korupsi, angka pengangguran dan tingkat inflasi yang tinggi. Hal itu membuat orang-orang kaya tak sabar untuk keluar dari negara tersebut.


4.Liberia
 
Liberia masih merasakan dampak dari bencana perang yang berakhir pada tahun 2003 silam. Lebih dari 80% penduduk Liberia hidup dengan uang 1,25 dollar AS (Rp 15 ribu) per hari. Bahkan kurang. Dengan infrastruktur yang mengkhawatirkan dan kurangnya akses pasar, Liberia benar-benar negara yang sulit untuk ditinggali. GDP per kapita negara ini mencapai 716,04 dollar AS (Rp 8,592 juta).



5. Republik Afrika Pusat
 
Negara ini memiliki angka pengungsi yang tinggi dari negara perbatasannya yakni Republik Demokrasi Kongo, dan Sudan. Pertumbuhan populasi ini mengiringi pertumbuhan penyakit pula, dan juga kelaparan di antara negara-negara tersebut.


Republik tidak dapat menjamin apa-apa kepada rakyatnya, dengan adanya pemerintah yang korupsi, lambatnya pertumbuhban ekonomi, dan industrialisasi yang lemah. GDP per kapita negara ini mencapai 827,93 dollar AS (Rp 9,935 juta).


6. Nigeria
 
Nigeria adalah salah satu negara yang kurang berkembang di dunia. 76% penduduknya hidup dengan uang kurang dari 2 dollar AS (Rp 24 ribu) per hari. Negara ini kaya akan sumber daya uranium, minyak, dan emas menghasilkan pendapatan yang besar untuk pemerintah, tapi mayoritas dari pendapatan penduduk berasal dari agrikultur.


GDP per kapita negara ini hanya mencapai 853,43 dollar AS (Rp 10,241 juta). Dengan perubahan iklim, Nigeria menghadapai tantangan serius ke depan dan potensi krisis pangan yang akan menyebabkan kekerasan dan ketidakstabilan.


7.Malawi
 
Malawi berada di peringkat 160 dari 182 negara dalam Human Development Index PBB. GDP per kapitanya mencapai 893,84 dollar AS (Rp 10,726 juta). 90% penduduk di negara ini hidup di bawah panedapatan 2 dollar AS (Rp 24 ribu) per hari. Gagal panen, naiknya harga makanan, cuaca, dan penyakit berkontribusi banyak terhadap krisis di Malawi. Tak hanya itu, di bawah 12% dari total populasi Malawi terjangkit HIV/AIDS.



8. Madagaskar
 
Negara yang namanya pernah dibuat sebuah film ini memiliki GDP per kapita senilai 972,07 dollar AS (Rp 11,124 juta). Madagaskar mengalami penurunan kualitas kebidupan dalam 25 tahun terakhir. Dalam Human Developmnet Index Persatuan Bangsa Bangsa, negara ini berada di peringkat 143. Pendapatan negara menurun sementara populasinya terus naik 2 kali lipat. Itu yang membut orang kaya tidak betah.



9. Afghanistan
 
Salah satu negara termiskin di dunia, Afghanistan memiliki GDP per kapita senilai 1.072,19 dollar AS (Rp 12,864 juta). Sebanyak 42% dari total populasi di negara ini hidup di bawah garis kemiskinan. Selain itu, yang membuat orang-orang kaya tidak betah untuk tinggal di Afghanistan adalah karena negara ini memiliki banyak warga sipil bersenjata, angka penculikan yang tinggi serta pembunuhan dan pemboman yang terjadi secara konstan.



10. Korea Utara
 
Korea Utara memiliki GDP per kapita senilai 1.800 dollar AS (Rp 21,6 juta). Kemiskinan di negara ini tersebar luas dan menipiskan penduduk lokal. Sejak kematian sang diktator Kim Jong Ill, putranya Kim Jung Un mengambil alih tahta sebagai diktator negara.


Meluasnya korupsi pemerintah, pertumbuhan ekonomi yang kurang baik, orang miskin dan orang kaya di negara ini seolah sulit untuk kabur dari negaranya, dengan denda yang besar bagi mereka yang mencoba ke luar dari Korea Utara, termasuk dihukum bertahun-tahun menjadi buruh.

Dengan hampir separuh dari populasi bekerja di sektor industri dan sisanya di bidang agrikultur dan layanan, tidak banyak uang atau makanan di Korea Utara, berarti kalau anda kaya, anda harus punya uang banyak untuk membayar agar bisa keluar dari situ tanpa ditangkap.

SUMBER 

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar