Sajak Tahun Baru

By andrewchristianjr - Tuesday, January 04, 2011

kita bertemu lagi di sini
di ambang pintu kemesraan sarang laba-laba
engsel yang berkarat
tak akan mendiamkan tanganku
atau tanganmu yang lebih awal
memainkan kunci

kita mungkin akan saling merenggut
lalu ketawa tertahan
menjelang percintaan kita sudahi
dalam helaan nafas panjang
dan anak-anak melahirkan dirinya
melalui gelap yang merindukan cahaya
sementara terang
selalu mencurigai malam

kita bertemu lagi di sini
tetap di sini bahkan tak di lain tempat
matahari yang sama, jam dinding telah
dibelah dalam bagian yang sama
sejarah telah kita tuliskan kemarin
lalu kita deretkan menjadi ranjau-ranjau,
sampai bedil angin yang sederhana.
Siapakah penyair dan puisinya
kecuali aku dan engkau?
Sebaiknya kita tak membuat pesta
anak-anak telah melakukannya semalam
dalam mimpinya. Dan ruang memang
tak tersisa lagi setelah laba-laba itu
kita tetaskan tanpa sengaja
di sini!

Setelah Tahun Baru
pagi ini
kalender berceceran
terompet berguguran

sehelai kenangan
terhempas
tertiup angin

dekat jam kota
yang waktunya
tak pernah lengang

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar