5 Kota Terapung Paling Unik di Dunia

By andrewchristianjr - Sunday, June 01, 2014

Jika disebutkan kota terapung, mungkin benak Anda langsung melayang ke kota kanal Venesia. Kota romantis yang menjadi bagian dari negara Italia ini memang dikenal sebagai kota yang mengapung di atas perairan, dengan wilayah yang semakin tenggelam beberapa milimeter setiap tahunnya.


Tetapi ternyata bukan Venesia saja yang kota yang dibangun di atas perairan. Bahkan pada zaman kuno pun sudah ada kota dengan konsep seperti ini, yaitu Nan Madol yang dibangun di atas lautan pasifik dan mendapat julukan Venesia dari Pasifik.

Pada zaman modern ini banyak sekali pemukiman manusia yang sengaja dibangun di atas perairan. Sebagian memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menciptakan daratan yang tahan air, tetapi tak jarang pula yang memanfaatkan metode sederhana untuk membuat pemukiman di atas danau atau laut.

Berikut ini 5 Kota Terapung Paling Unik Di Dunia seperti dikutip dari Web Urbanist.


1.Pemukiman Suku Uro, Peru

Kota Terapung


Kota terapung sederhana ini hanya dibuat dari jerami kering. Pemukiman ini merupakan bagian dari warisan budaya prasejarah suku Uro. Dulunya pemukiman yang dibangun di tengah Danau Titicaca ini difungsikan sebagai tempat tinggal sekaligus benteng pertahanan yang mudah dipindah-pindahkan.Jika musuh mendekat, penduduk suku tinggal melarikan diri bersama dengan rumah mereka.

Sampai sekarang suku Uro masih mempertahankan tradisi tinggal di pemukiman yang berdiri di perairan antara Peru dan Bolivia ini. Meskipun bahan pembuatannya sangat sederhana ternyata fasilitasnya cukup lengkap, lho. Ada rumah-rumah untuk setiap keluarga, sekolah, dan bahkan ada stasiun radio. Suku Uro juga membuat perahu dari bahan yang sama.


2.Naarden, Belanda

Kota Terapung

Dengan wilayah negara yang lebih rendah daripada permukaan laut, Belanda jadi mengembangkan teknologi maju untuk melindungi daratan mereka dari sapuan air laut.

Rupanya Belanda juga mengadopsi teknologi yang kehebatannya sudah terbukti selama berabad-abad itu untuk membangun Naarden. Naarden adalah kota terapung yang letaknya tak jauh dari Amsterdam, ibukota negara kincir tersebut.

Pemukiman tersebut dikelilingi dua lapis parit yang berfungsi sebagai danau. Sementara itu agar wilayah daratannya terlindung dari air, dibangunlah tembok tebal di sekitarnya.

Coba perhatikan pemandangan Naarden dari udara. Kota itu tampak cantik, bukan? Seperti kelopak bunga teratai yang berwarna hijau.


3.Wuzhen, China

Kota Terapung

Dilihat sekilas saja kota ini tampak persis seperti Venesia, bukan? Hanya saja bangunan-bangunannya khas gaya arsitektur China. Kota terapung ini bernama Wuzhen.

Masyarakat setempat menyebutnya dengan nama Kota Air Wuzhen. Letaknya tepat di tengah enam kota kuno yang diairi sungai Yangtze. Sama seperti Venesia, Wuzhen dikelilingi oleh kanal-kanal yang dikendalikan dengan sistem persis seperti di Venesia.

Konon kota bersejarah ini sudah dihuni manusia selama 7.000 tahun. Nuansa tradisional di seluruh penjuru kota masih dipertahankan sampai sekarang. Kalau Anda berkunjung ke sana, rasanya akan seperti melangkah ke dalam setting film Mandarin zaman kerajaan.

Sekarang kota terapung dengan pemandangan indah ini merupakan salah satu kota wisata yang jadi andalan China.


4.Lindau, Jerman

Kota Terapung

Lindau adalah kota terapung yang terletak di bagian timur Danau Konstanz. Kota ini dikelilingi danau air tawar Bodensee. Letaknya terpisah dari pulau utama, hanya dihubungkan oleh jembatan dan dam yang mengarah ke Stasiun Lindau.

Lindau yang merupakan ibukota distrik juga berfungsi sebagai kota pelabuhan.Kota tua ini punya sejarah yang cukup panjang. Jika Anda berkunjung ke sana, Anda akan menemukan jejak-jejak kekaisaran Romawi kuno yang sempat menguasai daerah tersebut pada abad pertama.

Kemudian pada abad 13 kota ini menjadi pemukiman para biarawan. Sekarang Lindau menjadi objek wisata populer dengan bangunan-bangunan eksotis bergaya arsitektur Bavaria.


5.Kay Lar Ywa, Myanmar

Kota Terapung

Kay Lar Ywa adalah sebuah desa terapung kecil yang berada di Myanmar. Desa ini berdiri tepat di atas Danau Inle yang airnya menjadi sumber kehidupan 70.000 warga dari empat kota di sekitarnya.

Sebagian besar warga Kay Lar Ywa tinggal di rumah panggung yang terbuat dari bambu. Seluruh kehidupan warganya praktis berhubungan dengan perairan Danau Inle.

Alat transportasi yang mereka pakai untuk mencapai desa-desa di sekitarnya adalah perahu. Mereka biasa menggunakan kaki yang menjejak di tanah dan dayung untuk menggerakkan perahu.

Mata pencaharian penduduk Kay Lar Ywa adalah bercocok tanam. Mereka mengembangkan metode bertani unik, yaitu dengan membuat kebun terapung. Di kebun-kebun itulah mereka menanam berbagai bahan makanan sehari-hari.

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar