5 Kasus Kesurupan di Tempat Wisata

By andrewchristianjr - Monday, November 26, 2018

Hampir seluruh tempat wisata memiliki aturan dan larangan tersendiri terhadap pengunjung. Mulai dari peraturan umum, seperti jangan membuang sampah sembarangan, hingga peraturan khusus yang berkaitan dengan norma adat dan hal supranatural. Seperti hal tak sopan lain yang bisa membuat "penunggu" tempat tersebut marah.

Sayangnya, beberapa orang lupa, bahkan menghiraukan hal tersebut. Akhirnya, berujung pada kejadian spiritual kerasukan, seperti 5 kasus di bawah ini.

1. Candi Borobudur, Yogyakarta
Seram, 5 Kasus Kesurupan di Tempat Wisata Ini Bikin Merinding! 
indonesia.biz.id

Pada 4 Mei 2016, puluhan siswa asal Tangerang mengalami kesurupan massal di sebuah hotel kawasan Umbulharjo, Yogyakarta. Alasannya diduga karena salah satu siswa tidak sengaja menggeser batu di Candi Borobudur dan tidak mengembalikannya ke tempat asal.
Kasus tersebut akhirnya mereda, setelah siswa bersangkutan diantar kembali ke Borobudur pada pukul 01.00 dini hari untuk membenarkan letak batu. Manajemen Borobudur menyatakan hal di luar nalar manusia sering terjadi di sana, salah satunya kesurupan. Sehingga pengunjung diimbau untuk menjaga sikap selama berwisata ke Borobudur.

2. Lereng Hijau Gunung Bulu‎ Dua
Seram, 5 Kasus Kesurupan di Tempat Wisata Ini Bikin Merinding! 
Imgrum.com

Lereng Hijau Gunung Bulu‎ Dua berlokasi di Kecamatan Mario Riwawo, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Kawasan ini memang ramai dikunjungi, terutama saat musim liburan. 
Karena lokasinya yang berada di lereng gunung, tempat ini juga dikaitkan dengan cerita "penunggu" gunung. Para pengunjung diminta waspada dan menjaga diri agar tak diganggu.
Salah seorang pengunjung pernah bercerita, ia pernah kesurupan dan berteriak ke arah wisatawan lain saat liburan ke sana. Keadaan baru bisa ditenangkan dengan bantuan tokoh agama setempat.

3. Pantai Indrayanti
Seram, 5 Kasus Kesurupan di Tempat Wisata Ini Bikin Merinding! 
Jogjaspace.com

Pada 21 April 2017 lalu, tujuh orang siswa SMAN 1 Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengalami kesurupan setelah pulang dari Pantai Indrayanti, Gunung Kidul. Malam harinya, saat akan kembali ke penginapan, tujuh siswa tersebut berteriak histeris minta agar kerang dan pasir yang dibawa siswa tersebut dikembalikan ke pantai.
Sejumlah guru pendamping dan warga akhirnya memanggil juru kunci Pantai Indrayanti untuk datang ke lokasi. Akhirnya, tujuh siswa tersebut berhasil disadarkan.

4. Lubang Buaya
Seram, 5 Kasus Kesurupan di Tempat Wisata Ini Bikin Merinding! 
id.wikipedia.org

Lubang buaya adalah salah satu tempat bersejarah dari peristiwa G30S PKI di kawasan Pondok Gede, Jakarta Timur. Salah satu warga setempat bercerita pernah ada sejumlah turis luar negeri yang sedang berfoto di dekat sumur. Tiba-tiba salah satu dari mereka tertawa, lalu menyanyikan lagu Genjer-genjer.
Setelah keadaannya berhasil dikendalikan, terungkap kalau tadinya bule tersebut sedang mengejek keadaan lubang buaya yang dianggap jelek. Ia juga sempat berkata kasar soal pahlawan yang gugur.

5. Coban Rondo, Malang, Jawa Timur
Seram, 5 Kasus Kesurupan di Tempat Wisata Ini Bikin Merinding! 
Bolehtanya.com

Air terjun setinggi 85 meter ini terletak di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Malang, Jawa Timur. Keindahan alalamnya yang asri ternyata menyimpan misteri.
Kalau tak ingin diganggu "penunggu" di sana, pengunjung diharapkan tidak bicara kotor, buang air, buang sampah sembarangan, serta bertindak kasar terhadap monyet di sekitaran air terjun.
Suatu ketika pernah digelar acara kampus di Coban Rondo. Sayangnya, ada beberapa mahasiswa yang mengabaikan peraturan tersebut. Mereka tetap buang air sembarangan dan bicara kotor satu sama lain. Tak lama, beberapa orang mulai kerasukan makhluk halus. Akhirnya panitia langsung mengambil tindakan ruqyah.
Selain lima kasus di atas, pasti ada banyak hal serupa yang terjadi di tempat wisata, tapi belum terekspos. Hal tersebut mungkin tidak bisa ditangkap nalar manusia, tapi ternyata benar terjadi di dunia nyata. Sebagai tamu, sebaiknya kita lebih bertanggung jawab dan menjaga sikap saat datang ke tempat asing. Tujuannya untuk menjaga keharmonisan semua makhluk.


SUMBER 

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar