Wae Rebo, Desa Terpencil di Tanah Flores

By andrewchristianjr - Sunday, November 25, 2018

Salah satu daya tarik wisatawan mengunjungi Labuan Bajo adalah untuk mendatangi Pulau Komodo untuk melihat langsung hewan purba tersebut. Namun, Desa Wae Rebo yang letaknya berada di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur juga tak boleh dilewatkan keindahannya.

Banyak juga dari wisatawan yang selepas mengunjungi Pulau Komodo menyempatkan diri untuk bermalam di desa yang elok ini. Karenanya, berikut ini beberapa informasi yang selayaknya kamu ketahui untuk menambah wawasan sebelum menjelajahi Wae Rebo yang begitu menakjubkan.

1. Sejarah desa Wae Rebo, desa terpencil bak berada di atas awan
Jelajahi Wae Rebo, Desa Terpencil di Tanah Flores yang Menakjubkan  
instagram.com/raskal 
 
Menurut cerita penduduk setempat, Wae Rebo ditetapkan 18 generasi yang lalu. Seorang penatua dari komunitas memiliki visi. Dia memimpin sukunya ke dataran tinggi Flores, di mana mereka menetap di bawah perlindungan roh yang ramah.
Pada tahun 1997 pemerintah daerah mengambil langkah pertama dalam mendukung pengembangan Wae Rebo sebagai tujuan pariwisata. Mereka berinvestasi dalam pembangunan dua rumah Mbaru Niang. Pada tahun 2008, 15 arsitek yang berbasis di Jakarta, dengan dukungan dari pemerintah lokal dan masyarakat, merenovasi rumah-rumah Mbaru Niang yang tersisa.

2. Bercengkrama dengan penduduk setempat, salah satu kegiatan seru di Wae Rebo
Jelajahi Wae Rebo, Desa Terpencil di Tanah Flores yang Menakjubkan  
instagram.com/limzs89

Salah satu hal yang istimewa adalah betapa terpencilnya desa Wae Rebo, yang juga berarti jauh dari keramaian dan juga polusi. Untuk yang ingin berkunjung ke desa ini, para wisatawan harus mendaki melalui hutan hujan lebat ke Denge, desa terdekat. Jadi, para wisatawan mau tidak mau harus bermalam jika ingin menikmati kehidupan di Wae Rebo. Agar pengalaman semakin berkesan, pengelola juga membatasi jumlah wisatawan yang datang ke Wae Rebo. Kebayang dong betapa menyenangkanya menghabiskan waktu di Wae Rebo?

Pada siang hari para wisatawan dapat menjelajahi lembah, berinteraksi dengan penduduk desa, atau hanya sekedar bersantai sambil menikmati alam sekitar. Sedangkan pada malam hari, langit desa Wae Rebo dipenuhi bintang-bintang, yang menjadikan tempat ini semkain mengagumkan dan sangat indah bila diabadaikan dalam jepretan kamera. Spesialnya lagi, para wisatawan akan bermalam di salah satu rumah Mbaru Niang milik penduduk lokal

Rumah-rumah Mbaru Niang, yang diterjemahkan sebagai 'rumah gendang,' adalah bangunan komunal. Dibangun di sekitar tiang pusat dengan balok bambu pendukung dan atap jerami. Rumah-rumahnya lima tingkat dan dapat menampung hingga delpana keluarga, tanaman dan makanan mereka.

3. Meski cukup sulit untuk sampai ke Wae Rebo, namun semua usaha akan terbayarkan dengan eloknya alam sekitar
Jelajahi Wae Rebo, Desa Terpencil di Tanah Flores yang Menakjubkan  
instagram.com/vander_armando

Untuk saat ini Wae Rebo agak sulit untuk dicapai. Denge, desa terdekat, berjarak tiga jam berkendara dari Labuan Bajo. Transportasi umum hampir tidak ada. Kamu dapat melakukan perjalanan dengan truk atau perahu, tetapi secara realistis kamu harus melakukan perjalanan dengan mobil atau sepeda motor. Kemudian ketika kamu tiba di Denge, kamu harus menemukan pemandu untuk membawa kamu ke desa.

Sebagian besar pelancong yang mengunjungi desa bergabung dengan tur. Paket paling populer berangkat dari Labuan Bajo adalah Wae Rebo 3 hari 2 malam tour. Itu dilakukan secara bertahap. Pada hari pertama kamu pergi ke Denge melalui sawah. Keesokan harinya kamu pergi ke Wae Rebo di mana kamu akan bermalam. Kemudian hari ketiga kamu kembali ke Labuan Bajo.


SUMBER 

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar