Kutukan di Pulau Gaiola

By andrewchristianjr - Saturday, August 22, 2020

Pulau Gaiola (Isola della Gaiola dalam bahasa Italia) adalah salah satu pulau kecil di Naples, Italia, terletak di Teluk Napoli di jantung Gaiola Underwater Park, sebuah daerah seluas 42 hektare yang dilindungi. Pulau ini terdiri dari dua pulau yang menakjubkan dan tenang. Terletak di perbatasan selatan Posillipo dan sangat dekat dengan garis pantai (sekitar 30 meter), pulau ini mudah dijangkau. Salah satu pulau memiliki villa, yang lain kosong. Sebuah jembatan kecil menghubungkan dua pulau tersebut, yang terpisah hanya beberapa meter. Jembatan ini sangat sempit dan terlihat seperti lengkungan alami yang menghubungkan dua pulau.


Pulau ini mengambil nama dari rongga yang ada di pantai Posillipo, berasal dari bahasa latin cavea, "gua kecil", dan kemudian menjadi "Caviola". Awalnya, pulau kecil ini dikenal sebagai Euplea, pelindung navigasi yang aman, dan merupakan situs sebuah kuil kecil yang didedikasikan untuk Venus. Ada juga beberapa reruntuhan lain dari zaman Romawi. Bahkan, di bawah pulau, di dalam air terdapat beberapa struktur Romawi yang sekarang menjadi rumah makhluk laut. Beberapa percaya bahwa penyair Virgil, yang dianggap sebagai penyihir, mengajar di sini, di reruntuhan.

Pada awal abad ke-19, pulau ini dihuni oleh seorang pertapa yang dikenal sebagai "Sang Penyihir". Segera setelah itu, di pulau itu dibangun sebuah villa yang masih terlihat hingga hari ini dan yang pada satu waktu, pernah dimiliki oleh Norman Douglas, penulis Land of the Siren. Pulau ini mungkin tampak sebagai tempat sempurna untuk liburan pasca-pensiun, namun, penduduk setempat percaya pulau ini dikutuk, reputasi yang muncul karena kematian prematur para pemiliknya.


Rangkaian kemalangan mulai terjadi sekitar tahun 1920-an, ketika pemiliknya orang Swiss bernama Hans Braun, ditemukan tewas terbunuh dan dibungkus karpet. Tak lama kemudian istrinya tenggelam di laut. Pemilik Villa berikutnya adalah orang Jerman, Otto Grunback, yang meninggal karena serangan jantung ketika berada di pulau. Nasib serupa menimpa pemilik lainnya yaitu industrialis farmasi Maurice-Yves Sandoz, yang melakukan bunuh diri di rumah sakit jiwa di Swiss. Pemilik selanjutnya, seorang industrialis baja Jerman, Baron Karl Paul Langheim, yang bangkrut dan jatuh miskin. Pulau ini juga pernah menjadi milik Gianni Agnelli, bos Fiat, yang anaknya lemudian bunuh diri. Setelah kematiannya anaknya Gianni mulai merawat keponakannya Umberto Agnelli untuk menjalankan Fiat, tetapi Umberto juga meninggal karena kanker pada usia muda 33. pemilik lain, multi-miliarder Paul Getty, setelah membeli pulau, cucunya diculik. Pemilik terakhir pulau Gianpasquale Grappone dipenjara ketika perusahaan asuransi nya gagal. Saat ini, villa tak berpenghuni dan ditinggalkan.




 

SUMBER 

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar