5 Dampak El Nino Terhadap Lingkungan

By andrewchristianjr - Friday, July 06, 2012

El Nino merupakan fenomena global dari sistem interaksi lautan atmosfer yang ditandai memanasnya suhu muka laut di Ekuator Pasifik Tengah (Nino 3,4) atau anomali suhu muka laut di daerah tersebut lebih panas dari rata-ratanya (bmkg.go.id). Kehadiran El Nino (anak laki-laki, Bhs. Spanyol) sangat berpengaruh terhadap habitat alamiah yang dilaluinya. Sehingga kenapa para pihak peneliti, petani dan pemerintah sangat dikhawatirkan oleh kehadirannya. Berikut uniknya.com merangkum 5 dampak yang diakibatkan oleh El Nino terhadap lingkungan:

1. Badai dan Angin Taifun

El Nino mampu merangsang terjadinya peningkatan sekaligus penurunan frekuensi badai di wilayah tertentu, seperti di Kepulauan Pasifik dan negara-negara Asia Timur beberapa tahun terakhir. Seperti yang terjadi pada 1997 ketika badai menghantam Jepang dan selatan Vietnam, namun tidak terjadi apapun yang berarti di wilayah Filipina. Di perairan Mikronesia, El Niño sangat tidak diharapkan, karena kekuatannya bertambah tiga kali lipat.


2. Produksi Pangan di Asia

Beberapa negara-negara di Asia Tenggara merupakan negara yang sangat dikhawatirkan atas ulah El Nino, karena selain berdampak pada ekonomi kelautan juga pada pertanian dan kehutanan mereka yang mengalami kekeringan. Kehadiran El Nino banyak dirasakan terutama oleh petani tebu, kedelai dan kelapa sawit. Bahkan jika berlangsung lama akan menyebakan krisis ekonomi global. Namun ironis, di Semenanjung Korea El Nino menyebabkan turunnya hujan di musim panas – tetapi mampu menyebabkan Korea Utara mengalami kekeringan hebat.


3. Kekeringan yang Tersebar Dari Australasia Hingga India

Di India, El Nino dijadikan kambing hitam atas terlambatnya perubahan angin musim dan kekeringan yang terjadi. Sementara peramal cuaca di Australia, menyatakan kemungkinan musim panas kali ini akan menyebabkan kebakaran liar yang hebat. Bahkan di Di Indonesia El Nino mampu mengeringkan pertanian di beberapa wilayah, termasuk di negara tetangganya Timor Timur.


4. Kematian Hewan liar

Di lepas pantai Peru, ditemukan hampir 900 lumba-lumba dan 5.000 burung pelikan yang bergelimpangan di atas pasir pantai. Menurut sebuah laporan diduga kematian hewan-hewan tersebut diakibatkan oleh peningkatan suhu perairan yang dipicu oleh kehadiran El Nino. Perairan Pasifik yang hangat bahkan menyebabkan alga yang tumbuh subur di atas permukaan perairan dan menyebabkan pasokan oksigen ke dalam air berkurang dan membuat lumba-lumba mengalami sesak nafas. Sementara burung pelikan yang menggantungkan kehidupannya pada ikan teri, harus menderita kelaparan akibat ikan teri itu berenang di perairan yang dalam untuk menjaga suhu tubuh mereka tetap dingin. Dan Jika badai El Nino berlangsung lama tidak menutup kemungkinan akan mengganggu elemen ekosistem lainnya.


5. Krisis Pangan di Sahel

Badai El Nino biasanya menjadikan iklim menjadi lebih panas dan kering di wilayah Sahel, Afrika, dan menjadikannya sebagai negara yang mengalami krisis pangan terhebat di tahun 2012. Cuaca ekstrim ini pun berdampak hebat bagi negara-negara tetangganya seperti, Mauritania, Mali, Chad dan Nigeria, bahkan mereka berusaha keras untuk tidak mengalami krisis pangan. Walaupun tanpa El Nino pun kebanyakan negara di benua Afrika dapat mengalami krisis pangan kapan saja.(**)

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar