Qatar, Negara Paling Kaya di Dunia

By andrewchristianjr - Tuesday, July 03, 2012


Qatar telah muncul sebagai negara terkaya di dunia dengan pendapatan per kapita US$90.149 pada 2010.

Publikasi terbaru media bisnis terkemuka AS, Global Finance menyebutkan pendapatan per kapita Qatar meningkat dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar US$83.841.

Berada di posisi kedua adalah Luxemburg, yang sudah dikenal sebagai negara terkaya sejak lama. Pendapatan per kapita negara dengan populasi yang sangat sedikit ini mencapai US$79.411. Posisi ketiga ditempati oleh Norwegia dengan pendapatan per kapita sebesar US$52.964.

Sedangkan, Singapura berada di posisi keempat dengan pendapatan per kapita US$52.840. Brunei berada di posisi kelima dengan tingkat pendapatan US$48.714.

Sebagai negara paling makmur di dunia, menurut publikasi yang dirilis 19 September 2010 itu, Qatar mendapatkan berkah dari lonjakan pendapatan negara ini didorong oleh peningkatan produksi dan ekspor gas alam cair (LNG). Bahkan, Qatar telah menjadi negara eksportir gas terbesar di dunia dengan produksi mencapai rekor 77 juta ton per tahun.

Yang menarik, Qatar merupakan satu-satunya wakil dari wilayah Arab yang berada di jajaran 10 negara terkaya dunia. Di jajaran negara Arab, Qatar menempati ranking pertama. Posisi kedua di negara Arab, ditempati Kuwait dengan pendapatan per kapita US$38.984 atau cuma separoh dibandingkan dengan pendapatan per kapita Qatar.

Qatar bukan hanya dikenal sebagai negara terkaya dan produsen gas terbesar. Tetapi, negara ini merupakan negara paling kompetitif di kawasan Timur Tengah. Menurut data World Economic Forum 2010-2011, Qatar berada di posisi 17 sebagai negara paling kompetitif di dunia dan nomor satu di kawasan Timur Tengah.

Qatar merupakan negara dengan lingkungan makroekonomi stabil, pasar efisien, birokrasi dan kelembagaan yang berkualitas, pemerintah efisien dan rendah tingkat korupsi, serta tingkat keamanan yang sangat bagus. "Qatar merupakan negara dengan pertumbuhan tercepat di dunia, pada 2010 diperkirakan tumbuh 18,5 persen," tulis laporan World Economic Forum pada September.

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar