5 Mitos Hari Raya Imlek

By andrewchristianjr - Sunday, February 10, 2013

Perayaan tahun baru Imlek merupakan perayaan terpenting orang Tionghoa. Perayaan tahun baru imlek dimulai di hari pertama bulan pertama (bahasa Tionghoa: 正月; pinyin: zhēng yuè) di penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh (十五冥 元宵节) di tanggal kelima belas (pada saat bulan purnama).

Adat dan tradisi perayaan tahun baru Imlek ini sangat beragam, namun terdapat beberapa kemiripan seperti perjamuan makan malam dan penyulutan petasan. Berikut kami rangkum 5 mitos tentang hari raya Imlek, sebagai berikut :

1. Nian

Nian diceritakan sebagai asal muasal hari perayaan Imlek ini. Nian diceritakan sebagai seekor hewan buas seperti singa namun tubuhnya bersisik emas. Nian ini setiap tahun sekali datang ke sebuah desa dan memakan apa saja yang ditemuinya, termasuk manusia.

Oleh karena itu, penduduk desa meletakan makanan di depan pintu rumahnya sebelum kedatangan Nian. Namun pada saat Nian tersebut datang, ada beberapa anak kecil yang sedang bermain. Anehnya Nian tersebut tidak mengejar anak yang memakai baju berwarna merah dan secara tidak sengaja mereka menyalakan petasan, lalu Nian tersebut berlari ketakutan.

Dari cerita tersebut, muncullah perayaan berupa hari raya Tahun Baru dengan memakai baju merah, menyalakan petasan, dan adanya acara Barongsai.

(Sumber:wordpress.com,uniknya.com)

2. Tradisi Menyapu

Di beberapa daerah, terdapat tradisi untuk tidak menyapu pada hari Imlek karena dipercaya bila menyapu maka nasib baik juga ikut tersapu. Lantai dapat disapu kembali setelah hari Tahun Baru dengan cara menyapu dari pintu kemudian ke ruang tengah, lalu debu dan sampah ditempatkan di sudut rumah. Sampah tersebut tidak boleh diambil atau dibuang sampai hari kelima Imlek.

Jika dalam proses menyapu tersebut, ternyata tidak sengaja menyapu kotoran keluar melewati pintu, maka dipercaya keluarga jauh akan tersapu (tersingkirkan atau bernasib buruk)

(Sumber:wordpress.com,uniknya.com)

3. Empat

Pada hari Imlek semua orang harus berkata sopan atau tidak berkata dengan menggunakan bahasa kotor, bahkan kata “empat” (Ssu), yang bisa berarti kematian, juga tidak boleh diucapkan.

Pada hari Imlek juga dilarang bercerita tentang hantu, karena dapat membuat ketakutan dan kesialan. Segala sesuatunya harus menuju perubahan yang lebih baik di tahun berikutnya.

(Sumber:wordpress.com,uniknya.com)

4. Pisau dan Garpu

Penggunaan pisau dan garpu pada perayaan Imlek di beberapa daerah sangat dilarang . hal tersebut dipercaya dapat memotong keberuntungan di tahun berikutnya. Ketika memakan makanan disarankan menggunakan sumpit dan sendok.

Setiap orang yang ada di rumah harus menyambut tamu yang datang ke rumah, bahkan ketika anggota keluarga sedang sakit. Hal ini juga dipercaya dapat membawa keberuntungan untuk semua keluarga.

(Sumber:wordpress.com,uniknya.com)

5. Jeruk

Pada hari Imlek berbagi buah jeruk merupakan suatu tradisi yang sudah dilakukan sejak dahulu. Jeruk dalam bahasa Mandarin “Chi Zhe 橘子, chi berarti rejeki dan zhe berarti buah. Jadi pemaknaan buah jeruk yaitu sebagai buah pembawa rejeki.

Selain itu, warna jeruk yang orange atau jingga juga dianggap sebagai perlambang emas yang berarti uang. Dan buah jeruk ini pada zaman dahulu hanya disediakan untuk para pejabat di pengadilan China kuno.

(Sumber:wordpress.com,uniknya.com)

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar