10 Lingkungan Ekstrim Namun Penuh Kehidupan

By andrewchristianjr - Tuesday, May 15, 2018


 
Bumi adalah satu-satunya tempat di alam semesta yang saat ini kita tahu adalah rumah bagi kehidupan. Ternyata kehidupan dapat ditemukan hampir di mana-mana di Bumi, dengan mengembangkan cara untuk bertahan hidup sehingga bahkan pada tempat-tempat ekstrim yang sebelumnya tak terbayangkan akan ada kehidupan, ternyata kini diketahui ada kehidupan yang telah berhasil beradaptasi dengan lingkungan yang sangat tidak ramah tersebut. Dibawah ini 10 tempat ekstrim yang ternyata penuh dengan kehidupan seperti yang dikutip dari versesofuniverse.blogspot.com

10. Tar yang Menggelegak

Danau tar panas menggelegak hampir tidak tampak seperti akan mampu menjadi tuan rumah makhluk hidup, tapi ternyata tempat itu penuh dengan kerumunan kehidupan mikroba.
 
Di dalam danau aspal alami terbesar di dunia Pitch Lake, di pulau Karibia, Trinidad, tiap gram gumpalan hitam yang lengket dapat ditemukan hingga 10 juta mikroba.
Analisis sekuens gen dari makhluk-makhluk ini menunjukkan bahwa mereka adalah organisme bersel tunggal seperti Archea dan bakteri. Mereka berkembang dalam lingkungan bebas oksigen dengan air yang sangat sedikit, makan hidrokarbon dan bernapas dengan logam.

9. Limbah Radioaktif

Sementara dosis radiasi 10 gray akan membunuh manusia, bakteri Deinococcus radiodurans dapat menerima hingga 5.000 gray tanpa efek dan bahkan dapat menahan hingga 15.000 gray, sehingga mendapat gelar “bakteri paling tangguh dunia” dari Guinness Book of World Records.

Bakteri ini dapat mengatasi radiasi yang menghancurkan genomnya menjadi ratusan fragmen DNA dengan bantuan beberapa salinan dari genomnya.

8. Air yang Mendidih

Panas yang tinggi dan tekanan menghancurkan yang ada pada ventilasi-ventilasi hidrotermal di dasar laut tak diragukan lagi akan membunuh kita dalam sekejap jika kita berada disana, tetapi ini adalah rumah bagi kehidupan-kehidupan yang mempesona.

Mata air panas di dasar Samudera Pasifik sering dikerumuni oleh tubeworms dan kerang raksasa, sedangkan yang di Samudera Atlantik biasanya rumah bagi udang tanpa mata dan penghuni-penghuni ekstrim lainnya.
Para penghuni laut ekstrim ini berkembang pada perairan yang kaya mineral yang berasal dari ventilasi, menggunakan proses yang disebut kemosintesis untuk membuat energi. Beberapa kehidupan di kedalaman yang gelap ini bahkan dapat hidup dari cahaya langka yang dihasilkan ventilasi ini.

7. Ruang Steril

Setiap kali probe NASA ditetapkan untuk meninggalkan Bumi, mereka benar-benar disterilkan sebelumnya untuk memastikan jangan sampai mereka mengkontaminasi obyek-obyek luar angkasa atau keliru dikira kehidupan asing (alien). Ilmuwan NASA membombardir bagian-bagian probe dengan plasma dan radiasi serta menempatkan mereka di ruangan bersih dengan udara dan air disaring dengan ketat. Namun, bahkan dengan semua tindakan pencegahan ini, beragam mikroba dapat bertahan hidup, mau tidak mau menyelinap ikut naik ke angkasa.


6. Laut Mati

Laut Mati mendapatkan namanya untuk alasan bahwa ia adalah salah satu badan air di dunia yang paling asin, sehingga terlalu keras bagi sebagian besar kehidupan untuk berkembang di sana. Namun, bahkan dalam air garam yang sangat asin ini, mikroba pecinta garam atau “halophile” dapat berkembang.


5. Dry Valleys

Lembah Kering atau Dry Valleys Antartika begitu dingin dan kering sehingga mereka sering dianggap sebagai analog terbaik dari Mars di Bumi. Namun, tanah disana penuh mikroba, meningkatkan harapan bahwa kehidupan mungkin bisa juga ditemukan di Planet Merah.


4. Beku dalam Es

Kehidupan tidak hanya dapat bertahan hidup di danau yang terkubur di bawah es, tapi mikroba bahkan dapat bertahan hidup beku dalam es tersebut. Di Antartika, pada es tertua yang diketahui di Bumi, ilmuwan menghidupkan kembali mikroba yang telah terbekukan selama jutaan tahun.


3. Cairan Pengap Bawah Air

Mungkin tidak mengejutkan bahwa mikroba dapat bertahan hidup lumpur hiper salin hampir tanpa oksigen, di dasar Laut Mediterania, bahkan jika sedimen tersebut sarat dengan racun dari bahan kimia yang disebut sulfida. Apa yang tak terduga adalah ditemukannya bentuk kehidupan yang lebih tinggi yaitu makhluk aneh yang dikenal sebagai Loriciferans yang agak menyerupai ubur-ubur tumbuh dari cangkang kerucut.

Keberadaan makhluk-makhluk di habitat yang keras ini menimbulkan harapan bahwa kehidupan asing multi-selular mungkin ditemukan di dunia yang kekurangan oksigen.

2. Satu Mil Lebih di Bawah Tanah

Tidak peduli seberapa bermusuhannya permukaan bumi atau dasar laut bagi kehidupan, namun beberapa tetap masuk akal bahwa kehidupan mungkin bertahan hidup, mengingat energi yang memberi hidup berasal dari matahari atau hujan nutrisi yang turun dari atas.

Namun, para ilmuwan telah menemukan mikroba berkembang dalam batuan hingga beberapa mil di bawah permukaan bumi di tambang emas dan platinum di Afrika Selatan, serta satu mil di bawah dasar laut, hidup dengan bantuan uranium.

1. Ruang Vakum Luar Angkasa

Bahkan di ruang vakum yang terbuka dan keras di sekitar orbit Bumi, dengan semua radiasi yang mematikan, itu tidak cukup mematikan bagi makhluk kecil berkaki delapan yang dikenal dengan nama beruang air.

Sebelumnya, satu-satunya kehidupan yang diketahui mampu bertahan dari radiasi dan ruang vakum adalah jenis bakteri tertentu dan lumut


SUMBER 

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar